Hari ‘Asyura

Bismillah…

Hari yang luar biasa. Hari ini 9 Muharram, hari yang dinantikan Rasulullah. Esok adalah hari ‘Asyura(10 Muharram), “hari yang baik”. Hari dimana bagi kalangan orang Yahudi merupakan hari yang sangat bersejarah dan dimuliakan. Pada hari tersebut, Allah telah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari musuhnya. Pada hari itu pun Nabi Musa berpuasa sebagai rasa syukur atas kejadian diatas.

Maka ketika Nabi Muhammad SAW mengetahui bangsa Yahudi berpuasa pada 10 Muharram, maka Beliau memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa, karna hal itu merupakan syariat dari Nabi Musa a.s.

======================================

“Tatkala Nabi Shallallahu’alaihi wasallam datang ke Madinah beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau Shallallahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa ‘alaihissalam berpuasa pada hari ini. Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. [HR Al Bukhari]

======================================

(Ada yang berpendapat) Maka untuk membedakan kaum muslimin dengan Yahudi, disuariatkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram, sebagaimana sabda Rasullullah, “Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)”

Menurut imam Syafi’i disyariatkan juga untuk berpuasa tanggal 11 muharram juga.

Adapun keutamaan dari puasa ‘Asyura :

1.merupakan puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan.

Al Imam Muslim serta yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam”.

2. menggugurkan dosa-dosa setahun yang lalu

Al Imam Abu Daud meriwayatkan di dalam Sunan-nya dari Abu Qatadah Radhiallahu’anhu,

“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”.

 

–waallahu a’lam–

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>